Tempat Asik Panti Pijat Plus-plus Di Cianjur


0
3 shares

CIPANAS-Praktik panti pijat di wilayah Cugenang sampai Cipanas bukan adalahhal yang tabu. Baik, siang maupun tengah malam panti pijat tersebut tetap buka.

Aroma sensasi bertolak belakang begitu terasa saat menginjak panti pijat yang sedang di sepanjang Jalan Raya Cugenang maupun tikungan Lembah Koi. Pelayanan yang ramah dan perempuan cantik begitu menggoda iman. Terlebih ketika cuaca dingin, terasa badan hendak menikmati lembutnya pijitan dibeberapa panti pijat tradisional.

Namun ternyata tidak saja di panti pijat yang telah menepat saja, ada pun tukang pijat plus-plus yang berkeliling ke sekian banyak vila dan hotel yang dapat dipanggil kapan saja.

“Saya terpaksa, jadi tukang pijat tradisonal. Bagaimana tidak saya seorang janda anak dua, sampai-sampai demi menghidupi family saya rela menjadi tukang pijat siang maupun malam di Cugenang,” cerah ST (37) untuk Radar Cianjur, kemarin.

Diakuinya, biasa terdapat tarif normal separuh jam, sampai tiga jam. Jelas harganya pun berbeda. “Kalau separuh jamnya biasa saya Rp80 ribuan. Nah klo inginkan plus-plus pun bisa, tapi tersebut ada lebihnya donk,” terangnya.

Wanita, berpakaian sexi ini mengakui mesti ada duit service sebab dirinya mesti menyetorkan ke mamih. Lantaran, dia bekerja di panti pijat tersebut hakikatnya sebab mamih juga. “Biasanya selama 50 persen saya setorkan dari masing-masing tamu. Ada tamu yang ingoin dipijat biasa ada pun yang plus-plus,” tuturnya.

Dia mengaku, malu andai di rumahnya bekerja di panti pijat karena tersebut dirinya sering menyembunyikan identitas pekerjaanya. “Saya ini orang Sukaresmi, bila ketemu dijalan tidak boleh sampai orang tau pekerjaaan saya,” ungkapnya.

Dirinya, menyatakan tidak jarang dari tamu mendapatkan duit lebih. Biasanya, mereka tersebut berasal dari luar kota. “Sudah nyaris satu tahun saya bekerja di panti pijat wilayah Cugenang itu. Tidak terdapat pilihan kegiatan lain, makanya saya masih menggelutinya sampai saat ini,” imbuhnya.

Sementara itu, nampak sejumlah wanita berkerudung mondar-mandir di area Kota Bunga. Ternyata mereka tersebut seorang khadamah alias juru masak arab, tetapi dibalik profesinya tersebut terselip sebuah kegiatan lain. “Saya memang dipesan tuan, guna melayaninya dalam menciptakan makanan. Namun, saya pun dimintai guna melayaninya juga,” cerah DN (29).

Wanita asal Bandung Barat dan mengontrak di Sukanagalih tersebut mengaku, sering dimintai guna memijit tubuh Arab itu. Tentunya, ada duit lebih yang diserahkan tuan kepadanya.

“Biasanya awal-awal saya memijit tubuhnya, sesudah itu seringkali dia ajak ML. Tapi sebab ada duit lebih yang diserahkan makanya inginkan tidak inginkan saya melayaninya,” tuturnya.

Namun, ketika ditannya tak mau menyembutkanya. Lantaran harga yang diberikan seringkali variatif. “Saya seringkali diminta pengelola vila ajah, dalam sehari memasak saja tanpa plus-plus pijit saya bisa Rp 150 ribuan. Tapi, kalo plus-plus saya dapat dapat lebih,” imbuhnya.


Like it? Share with your friends!

0
3 shares

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
admin

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *