Berbagi ke Care MILF Jakarta dan sekitarnya

Hai sob, berhubung belum pernah ketemu thread yang membahas pengalaman pacaran dengan MILF atau tante di sekitar Jakarta, saya buat thread ini supaya kita bisa saling berbagi pengalaman.

Salam dulu, pemuda berwajah tua emoticon-Big Grin Di usia 30-an, saya sangat suka wanita yang lebih tua, alias MILF.
Entah kenapa sejak kecil saya suka terangsang melihat ibu-ibu montok yang biasa mandi di sungai di belakang rumah saya. Ini bermula ketika saya masih kecil, saya suka mencucinya sesekali bersama ibu-ibu, karena saya masih sangat kecil waktu itu (kiranya dari taman kanak-kanak hingga sekolah dasar) saya sering meminta diri untuk mencucinya sambil saya mencucinya. waktu. Ibu tetangga saya, mereka juga tanpa canggung melepas pakaiannya saat mencuci sambil mandi basah, karena waktu itu saya masih diam jadi saya tidak menyadarinya.
Tapi namanya insting, lama-kelamaan aku merasa heboh banget, aku mulai suka melihat nen * en mereka, hingga bagian mesra juga terpampang jelas di hadapanku.
Sejak itu, saya merasakan ketertarikan pada wanita yang lebih tua.

Pengalaman pertama saya bersama teman bapak (teman jauh) ketika saya masih belajar di kota Y (kota pelajar), ini juga karena kecelakaan.
Ayah saya adalah seorang pengusaha kecil di bidang tekstil di kota S, sehingga kebetulan saat itu ada klien yang meminta saya untuk bergabung dalam produksi kain batik khas kota Y, karena kebetulan saya tinggal dan belajar di sini, jadi saya menjadi perantara utama mereka dalam komunikasi bisnis.
Kebetulan bibi ini adalah pemilik toko di sekitar Jalan M, waktu itu sekitar 45 tahun (oh umur saya 18 tahun, tapi sudah kelihatan dewasa dan tua karena saya cukup berjenggot dan bertubuh besar, saya mengerti bahwa saya juga suka olahraga jadi tubuh saya baik-baik saja.).
Cerita bermula ketika ayah saya meminta ayah saya untuk mengambil sampel kain dan menunjukkan beberapa pakaian kepada bibi saya, kebetulan saya sampai di rumahnya di daerah B (agak jauh dari tokonya), btw bibi tinggal bersama suaminya dan 2 orang anak, tapi kebetulan waktu itu aku di rumah cm punya anak kecil (masih SMP cewek).
Sekadar gambaran, tante ini masih pandai merawat badan (khas kota Y, mungkin ada keturunan darah biru), rambut pendek sebahu dicukur agak bergelombang, tingginya sekitar 160an (pundak saya), tapi apa bikin ngiler dari awalnya, badannya semlohai (montok), dadanya buncit (belakangan ketahuan gitu efek pake push up bra) dan bumper belakang bulat.
Nah, waktu itu saya datang ke rumahnya dan saya agak malas karena harus kuliah dulu, sampai saya sampai di sana jam 8 pagi. Awalnya, suaminya menyapanya, mengobrol dengan mereka bertiga tentang desain dan baju batik yang ingin mereka buat sambil sesekali mengobrol tentang hal lain (karena saya bercanda, mereka nyaman berbicara dengan saya).
Karena agak larut malam, saya kira sudah jam 1 saat itu, rencananya saya langsung pulang karena kost saya lumayan jauh waktu itu (sekitar 1 jam sekali) naik motor karena kos saya di utara dan ini selatan hampir dekat pantai), mereka menyarankan saya untuk tidur di sana dulu. Awalnya saya menolak karena saya merasa tidak enak, dan lagian saya ada kuliah besok sore jadi malas saja untuk mendapatkan dan pergi dari sini.
Tetapi karena mereka agak dikuasai, dan kebetulan saya sedikit lelah dan mengantuk, saya harus mengatakan ya.
Saya disuruh tidur di kamar bekas anak pertamanya (ngomong-ngomong anak pertamanya laki-laki dan kuliah di luar kota jadi kamarnya kosong), yang letaknya dekat lorong ke belakang. Di sebelah kamar anak keduanya, dan seberang kamar mandi.
Tidak butuh waktu lama saya bersihkan dan bersihkan di kamar mandi, lalu masuk kamar bersiap-siap tidur.
Tapi namanya rumah dekat pantai, tentunya kalau malam panas mohon maaf.
Di kamar tidak ada AC, apalagi kipas angin, dan saya tidak mau minta kipas angin sama tuan rumah, jadi saya merasa tidak nyaman, alhasil saya tidak bisa tidur, mana nyamuknya sangat buruk.
Akhirnya saya buka baju supaya tidak terlalu kepanasan, pake boxer aja (serasa rumah sendiri hahaha).
Sekitar jam 3 atau 4 seperti itu, saya bangun bersimbah peluh, mau tidur nyenyak lagi, baru dipikir-pikir, shalan saat subuh lalu tidur lagi setelah itu.
Tiba-tiba mau pipis, karena letak kamar mandi di seberang kamarku dan tidak terlalu jauh, lagipula kupikir aku semua sudah tidur, aku keluar ke kamar mandi dengan bertelanjang dada dan pake boxer (petinju agak kencang, meskipun, lebih kaya dalam celana renang, dulu berenang juga, jadi benjolan saya bisa sangat terlihat).
Kemudian setengah berlari karena takut ada yang melihatnya, aku pergi ke kamar mandi dan pipis. Sekarang kamar mandi sudah ada bak mandi besar yang terbuat dari semen, lalu di sebelahnya ada tempat cuci pakaian, saya baru lihat ada tumpukan cucian kotor, dan di ember kecil saya lihat ada beberapa potong daleman wanita yang Saya berasumsi milik bibi. Penasaran, kemudian saya bisa angkat bra dengan kawat (model push up) yang menurut saya bikin dada tante selalu terlihat buncit, dan satu CDnya creamy, tidak terasa seperti saya berdiri, penasaran, saya mengendus CD. sedikit asam ditambah ada bau sabun) membuat Otong lebih lurus di dalam petinju saya yang ketat. Tidak lama setelah itu suara azan subuh saya kaget, lalu saat keluar dari kamar mandi dan ingin masuk kamar sudah ada tante di depan yang memakai daster batik tipis tanpa lengan dan tali pengikatnya ada. kecil sampai bajunya terlihat seperti saya ingin berwudhu, dan saya kaget melihat saya keluar telanjang dengan menggunakan boxer, tanya bibi tersebut.

"Ngomong-ngomong, kamu ada di sana, apa yang kamu lakukan? Setelah mandi? Kenapa kamu tidak pakai baju?"

Saya hanya menjawab kalau terlalu panas dan kencing tadi, sambil menutupi tubuh saya yang masih tegak, tapi ternyata menarik perhatian bibi. Sambil tersenyum nakal dia bertanya mengapa saya menutupinya, dan itu lurus.

"Bukankah baik bagimu untuk buang air kecil?"

Tiba-tiba aku kaget, dasarnya bibiku suka bercanda, tapi aku menepuk pelan-pelan dengan tangannya.
Saya diem dari seribu bahasa, suka tapi saya bingung harus berbuat apa.
Melihat aku diam dan terjatuh karena malu, bibi menepuk otongku lagi, tapi kali ini agak lama, sama sedikit dibelai katanya

"Ya"

Aku hanya bisa tersenyum, sumpah aku bingung harus bereaksi bagaimana.
Setelah itu bibi menarik saya ke kamar anaknya yang dulu saya tiduri, saya hanya berpikir.
Ketika saya masuk ke dalam, bibi saya mengelus dada saya yang sedikit berbulu, lalu memutar puting saya, sambil berkata.

"Tubuhmu bagus, itu juga, ini aku bikin enak"

Setelah dada saya dijilati hingga ke pusar, jujur ​​saja saya tidak bisa berhenti di titik ini karena saya bingung dan macet.
Tak lama kemudian otong saya dibelai lalu dibuka dan digoyangkan hingga tegak. Tidak lagi menggunakan Babibu, saya langsung melahapnya keluar masuk menggunakan mulutnya, sampai disini tangan saya berani nakal saja pada payudara mereka di balik pakaian dan kawat gigi mereka, posisi saya sekarang berbaring di tempat tidur, dan sitante saya berbaring di atas saya. lututnya mumpung ngulum punya punyaku, enggak butuh waktu lama untuk menghisapnya, Bibi langsung membeberkan bajunya, dan menurutku dia tidak pake CD. Saya langsung memasukkannya ke Miss V yang ternyata lumayan kental hahaha (agak sakit pas masuk di jembi2nya).
Posisiku masih tiduran dan tante duduk diatasku sedangkan madep dibelakang, didepanku ada pantat tante yg masih pakai daster, sedangkan kugosok dadanya dari belakang pantat tante makin liar dari awal cm naik turun, sekarang berputar-putar bikin otong saya ngilu, apalagi kepala terasa tersedot di dalam, recoil tante makin garang plus suaranya kacau (untung begitu waktu itu masih adzan dan rumahnya lumayan dekat dengan masjid, jadi suara kami tertutup adzan), tidak lama kemudian saya bilang mau keluar, kata bibi biarkan saja masuk karena tante bergabung dengan keluarga berencana. Tak lama kemudian akhirnya saya tinggalkan para calon pemimpin bangsa di lubang kenikmatan bibi, tante saya kena O besar, sampai gemetar (serius kayak tersengat listrik, pantatnya terangkat), tumpah semua jiwa tante gue gak langsung ditarik keluar malahan pantat tante gue sudah balik lagi, gue bener-bener gak kuat waktu itu, apalagi helmnya, gue kejang-kejang karna malu banget tapi baru aja cuek, tante tidak butuh waktu lama untuk dapat O lagi, tapi saya tidak kuat karena saya sudah lemas karena tidak bisa menahan sakit.
Setelah itu, bibi meminta saya merahasiakannya, dan jangan beri tahu siapa-siapa. Hari bersejarah ini akhirnya ditutup dengan tertidur hingga jam 12 siang dan tidak masuk kelas hari itu, setelah itu saya pulang dari kost, dan hubungan menjadi semakin akrab dengan tante saya.
Hal yang sama terulang beberapa kali dan beberapa tempat, di rumahnya beberapa kali, kemudian saya juga di mobil bibi (tp cm BJ), dan paling sering di kost saya dengan motel di daerah K yang mana terkenal dengan kesejukannya.
Hubungan saya dengan tante batik ini hanya bertahan 1 tahun, karena Blio yang memintanya, saya takut suaminya curiga, dan karena tidak mau cari masalah, saya patuhi.
Sejak saat itu, saya menjadi lebih bersemangat tentang wanita yang lebih tua.
Di kota pelajar ini ada sekitar 3 tante lain yang saya selingkuh, salah satunya adalah instruktur senam yang goyangannya memberikan sensasi yang luar biasa sepanjang hidup saya hingga sekarang. Tapi suatu saat akan saya beri tahu.
Btw dia seorang janda, dan cukup hiper, namanya begini.
Ada tahi lalat di wajahnya, dan dia masih sering berhubungan badan sekarang. (Bagi yang mau tante ini, bisa DM saya barter MILF juga ya).

Sekarang saya di Jakarta, saya akan berbagi pengalaman saya menangani MILF Jakarta selama 6 tahun tinggal di sini di postingan selanjutnya.

Jangan lupa tinggalkan komentar dan cendolnya ya bro.